Sahur Anti Lapar: Rahasia Menu Indeks Glikemik Rendah agar Kuat Puasa Seharian

Senin 02-03-2026,00:00 WIB
Reporter : Kuantum
Editor : Ryan Aurora

OKINEWS.CO - Menu sahur dengan indeks glikemik rendah menjadi strategi penting untuk menjaga stamina selama berpuasa.

Pola makan ini membantu mempertahankan kadar gula darah tetap stabil sehingga tubuh tidak cepat merasa lapar, terutama bagi pekerja yang harus menghadapi perjalanan panjang atau kemacetan pada pagi hari.

Indeks glikemik merupakan ukuran yang menunjukkan seberapa cepat makanan berkarbohidrat meningkatkan kadar glukosa dalam darah.

Makanan dengan indeks glikemik tinggi, seperti nasi putih dan aneka makanan manis, cenderung memicu lonjakan gula darah yang cepat diikuti penurunan drastis.

BACA JUGA:Mobil Kia 2026 Termurah di Indonesia, Nomor 3 Bikin Keluarga Muda Langsung Kepincut!

BACA JUGA:Hukum Membatalkan Puasa Alias Mokel dengan Sengaja Menurut Empat Mazhab

Kondisi tersebut sering menyebabkan rasa lapar muncul lebih awal serta tubuh terasa lemas sebelum waktu berbuka.

Sebaliknya, makanan dengan indeks glikemik rendah dicerna lebih lambat sehingga energi dilepaskan secara bertahap.

Efek ini membuat rasa kenyang bertahan lebih lama dan membantu menjaga fokus serta produktivitas sepanjang hari.

BACA JUGA:Nano Banana 2 Resmi Hadir, Edit Foto Langsung di Google Search Tanpa Aplikasi Tambahan

BACA JUGA:Denda BPJS Kesehatan 2026 Berubah! Tak Lagi Kena Saat Nunggak, Ini Sanksi Barunya

Prinsip Pemilihan Menu Sahur

Pemilihan menu sahur sebaiknya berfokus pada karbohidrat kompleks sebagai sumber energi utama. Nasi merah dan oatmeal menjadi pilihan yang lebih baik dibandingkan nasi putih karena kandungan seratnya lebih tinggi dan proses pencernaannya lebih lambat.

Selain karbohidrat, protein berperan penting dalam memperpanjang rasa kenyang. Telur, tahu, tempe, dan ayam tanpa kulit dapat menjadi sumber protein yang mudah diolah dan bergizi. Kombinasi karbohidrat kompleks dan protein terbukti membantu menjaga kestabilan energi selama puasa.

Asupan serat dari sayuran juga tidak boleh diabaikan. Bayam, brokoli, atau sayuran hijau lain dapat meningkatkan volume makanan tanpa menambah kalori berlebihan, sekaligus memperlambat proses penyerapan gula.

Hidrasi menjadi faktor pendukung yang krusial. Mengonsumsi dua hingga tiga gelas air putih saat sahur membantu mencegah dehidrasi. Kekurangan cairan kerap disalahartikan sebagai rasa lapar, padahal tubuh sebenarnya membutuhkan asupan cairan.

Ide Menu Sahur Sederhana dan Praktis

Kategori :