OKINEWS.CO - Malam hari sering kali menjadi ujian berat bagi kamera smartphone.
Minimnya cahaya membuat hasil foto tampak buram, penuh noise, dan kehilangan detail penting.
Melihat tantangan tersebut, Samsung menghadirkan pendekatan berbeda melalui teknologi bernama Nightography.
Inovasi ini dirancang untuk mengoptimalkan pengambilan gambar di kondisi pencahayaan rendah tanpa mengorbankan kualitas visual.
BACA JUGA:Review Lengkap iQOO Z10R, Baterai Besar dan Fast Charging Ngebut
BACA JUGA:Oppo Reno15 Series Pro Resmi Rilis, Bawa Kamera 200MP dan Chipset Baru
Nightography merupakan sistem fotografi malam berbasis kombinasi perangkat keras dan perangkat lunak.
Teknologi ini tidak hanya mengandalkan sensor berukuran besar, tetapi juga dukungan pemrosesan berbasis kecerdasan buatan.
Samsung mengembangkan Nightography sebagai bagian dari strategi mereka untuk memperkuat identitas kamera flagship, terutama bagi pengguna yang aktif mengabadikan momen di malam hari seperti cityscape, konser, atau potret dengan cahaya temaram.
Secara teknis, Nightography bekerja dengan memaksimalkan penyerapan cahaya melalui sensor beresolusi tinggi yang memiliki ukuran piksel besar.
BACA JUGA:Gemini 3.1 Pro Meluncur: Fitur AI Generatif Super Canggih dari Google
BACA JUGA:Gamepad PC Premium 2026: GameSir G7 Pro 8K Hadirkan Edisi Khusus Nioh 3
Teknologi pixel binning digunakan untuk menggabungkan beberapa piksel menjadi satu unit yang lebih sensitif terhadap cahaya.
Selain itu, kamera akan mengambil beberapa frame sekaligus dalam waktu singkat, lalu menggabungkannya melalui proses multi-frame processing.
Hasilnya adalah gambar yang lebih terang dengan tingkat noise yang jauh lebih rendah.