OKINEWS.CO - Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 dimanfaatkan sejumlah pelaku kejahatan siber untuk melancarkan aksi penipuan berbasis pesan instan.
Modus yang kini ramai beredar adalah undangan atau kartu ucapan Imlek digital palsu yang dikirim melalui WhatsApp.
Sekilas, pesan tersebut terlihat seperti ucapan resmi atau undangan perayaan dari kerabat, rekan kerja, hingga instansi, namun sebenarnya dirancang untuk menjebak penerima agar membuka tautan berbahaya.
Fenomena ini muncul seiring meningkatnya penggunaan kartu ucapan digital saat hari besar. Pelaku memanfaatkan momen euforia dan kebiasaan berbagi ucapan untuk memancing rasa penasaran korban.
BACA JUGA:The Palace Jeweler Buktikan Perhiasan Berkualitas Tak Harus Mahal
BACA JUGA:Rekomendasi Kamera DSLR Terbaik 2026 dan Harganya
Begitu penerima pesan menekan tautan atau mengunduh file yang disertakan, perangkat berpotensi terinfeksi malware yang dapat mengambil alih data pribadi.
Ciri-ciri Modus yang Beredar
Pesan biasanya dikirim dari nomor tidak dikenal atau akun yang mengaku sebagai orang terdekat. Isinya berupa ucapan Imlek disertai tautan atau file undangan digital.
Tidak jarang pelaku menggunakan foto profil yang menyerupai kontak asli agar terlihat meyakinkan.
BACA JUGA:Daftar Jam Tangan Running Terbaik 2026
BACA JUGA:Samsung Galaxy A07 Hadir sebagai Andalan Baru di Kelas Entry-Level
Tautan dalam pesan dapat mengarahkan pengguna ke situs tiruan yang meminta data pribadi atau mengunduh aplikasi berformat APK.
Aplikasi ini kerap mengandung perangkat lunak berbahaya yang diam-diam mengakses sistem ponsel.
Modus serupa sebelumnya juga ditemukan pada undangan pernikahan digital palsu dan paket pengiriman fiktif, sehingga pola penipuan ini bukan hal baru namun terus dimodifikasi mengikuti momentum tertentu.
Dampak bagi Korban
Risiko yang dihadapi korban tidak hanya sebatas spam. Malware yang terpasang dapat mencuri berbagai informasi sensitif, mulai dari kode OTP, PIN, hingga akses ke layanan mobile banking.