BRI Perluas Program Desa BRILiaN untuk Mendorong Pembangunan Ekonomi Desa yang Berkelanjutan

Kamis 29-01-2026,16:02 WIB
Reporter : Rian Sumeks
Editor : Rian Sumeks

Jakarta, SUMATERAEKSPRES.ID – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperluas dampaknya dalam pemberdayaan desa dengan program Desa BRILiaN, yang bertujuan untuk mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Hingga akhir 2025, BRI menargetkan untuk menjangkau 5.245 desa di seluruh Indonesia melalui program ini, menunjukkan komitmen kuat bank ini dalam memperkuat desa sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Sejak diluncurkan pada 2020, Desa BRILiaN berfokus pada pengembangan potensi desa berbasis pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Program ini terdiri dari empat pilar pemberdayaan utama: Peningkatan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) dan koperasi desa, digitalisasi, keberlanjutan (sustainability), dan inovasi. Dengan pendekatan ini, Desa BRILiaN telah berkembang menjadi salah satu strategi utama BRI untuk menggalang potensi ekonomi di tingkat lokal, serta membantu desa untuk memanfaatkan sumber daya yang ada secara maksimal.

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, mengungkapkan bahwa pemberdayaan Desa BRILiaN merupakan cerminan komitmen nyata BRI dalam menciptakan ekonomi yang lebih merata dan adil. Menurut Akhmad, program ini bertujuan untuk menciptakan contoh sukses dalam pengembangan desa, melalui praktik kepemimpinan yang unggul dan memperkuat kerjasama antara berbagai pemangku kepentingan.

BACA JUGA:Tak Perlu Lagi ke Kota, IRT di Empat Lawang Ini Terbantu Beli Token Listrik Lewat BRImo

BACA JUGA:Dukung Hunian Terjangkau, BRI Kucurkan KPR Subsidi Hingga Rp16,16 Triliun

“Program Desa BRILiaN adalah salah satu strategi penting bagi BRI dalam memperluas dampak pembangunan desa. Melalui berbagai inisiatif ini, BRI berupaya agar desa dapat mengoptimalkan potensi ekonomi lokal mereka secara mandiri dan berkelanjutan. Program ini juga mendukung Asta Cita Presiden Prabowo, terutama yang keenam, yang menekankan pentingnya pembangunan dari desa sebagai strategi untuk pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan,” kata Akhmad.

Selain Desa BRILiaN, BRI juga menjalankan berbagai inisiatif pemberdayaan yang berbasis pada komunitas dan saling terintegrasi. Hingga 2025, lebih dari 42.000 klaster usaha telah dibangun di berbagai daerah, yang menjadi wadah bagi penguatan kapasitas dan kolaborasi pelaku usaha lokal. BRI juga menghadirkan platform digital LinkUMKM, yang menghubungkan pelaku UMKM dengan pasar, mitra usaha, dan akses ke layanan keuangan. Sejak diluncurkan, lebih dari 14,98 juta pelaku UMKM telah memanfaatkan platform ini untuk memperluas pasar dan mempercepat proses peningkatan usaha.

BACA JUGA:Toyota Tambah Amunisi, Urban Cruiser EV Resmi Masuk Pasar Global

BACA JUGA:Polytron Fox 500, Bukti Motor Listrik Lokal Tak Kalah Saing di Indonesia, Apa Sih Keunggulannya? Yuk Cek!

Selain itu, penguatan ekosistem UMKM juga diperkuat dengan pembinaan 54 Rumah BUMN di berbagai daerah, serta penyelenggaraan lebih dari 18.000 pelatihan yang bertujuan meningkatkan kapasitas usaha, literasi keuangan, dan pemanfaatan teknologi digital bagi pelaku usaha.

"Penguatan desa adalah bagian tak terpisahkan dari strategi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. BRI berkomitmen untuk terus menjadi penghubung antara desa dan ekonomi modern, memastikan bahwa masyarakat desa tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga aktor utama dalam pembangunan ekonomi," tutup Akhmad Purwakajaya.

Kategori :