Teknik Geologi menjadi kunci dalam menganalisis struktur dan karakteristik bumi untuk mendukung kegiatan eksplorasi sumber daya migas.
BACA JUGA:Loker SIPSS Polri 2026 Resmi Dibuka, Peluang Lulusan S1 hingga Dokter Spesialis Jadi Perwira
BACA JUGA:Loker Richeese Factory 2026, Tersedia Berbagai Posisi, Lulusan SMA Bisa Daftar
Teknik Sipil juga tak kalah penting, terutama dalam pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur seperti pipa, terminal BBM, hingga fasilitas pendukung operasional lainnya.
Jurusan Non-Teknik
Selain latar belakang teknik, Pertamina juga merekrut lulusan non-teknik untuk mendukung fungsi manajerial dan administratif. Akuntansi dibutuhkan untuk mengelola keuangan, audit, dan laporan keuangan perusahaan berskala besar.
Jurusan Manajemen berperan dalam pengelolaan proyek, perencanaan bisnis, serta pengembangan strategi operasional di sektor energi.
Lulusan Hukum dibutuhkan untuk menangani aspek regulasi migas, kontrak kerja sama, hingga kepatuhan terhadap peraturan nasional dan internasional.
Psikologi Industri dan Organisasi turut berkontribusi dalam pengelolaan sumber daya manusia, khususnya di lingkungan kerja berisiko tinggi yang membutuhkan kesiapan mental dan keselamatan kerja.
Sementara itu, Ilmu Komputer semakin dibutuhkan seiring transformasi digital Pertamina, mulai dari pengelolaan sistem informasi, keamanan data, hingga pemanfaatan data analytics untuk pengambilan keputusan.
Sebagai catatan, pemilihan jurusan sebaiknya tetap disesuaikan dengan minat dan bakat masing-masing. Untuk meningkatkan peluang diterima bekerja di Pertamina, lulusan juga dianjurkan membekali diri dengan sertifikasi pendukung seperti Health, Safety, and Environment (HSE) serta kompetensi teknis lainnya yang relevan dengan industri energi.