Bittensor (TAO) — Fokus pada AI dan halving supply, dengan potensi upside jika adopsi meningkat.
Binance Coin (BNB) — Utilitas tinggi di ekosistem Binance dan proses supply burn secara berkala.
Sui (SUI) — Proyek Layer-1 yang menarik karena throughput tinggi dan biaya transaksi rendah.
Proyek kapitalisasi kecil lainnya (seperti Polygon, Kaspa, Rexas Finance) yang termasuk dalam kategori high-risk play.
Evaluasi Risiko Realistis
Jika kamu benar-benar berniat untuk berinvestasi dalam crypto, berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:
-
Dominasi Pasar Bitcoin dan Ethereum
BTC dan ETH masih mendominasi pasar crypto. Data kapitalisasi pasar dan ETF menunjukkan bahwa institusi lebih memilih dua koin besar ini di atas altcoin lainnya. -
Altcoin dengan Potensi “Super High Reward” = Super High Risk
Prediksi mengenai potensi keuntungan yang besar (seperti 10x atau 100x) sering kali lebih didasarkan pada narasi ketimbang pada kemungkinan statistik yang realistis. -
Volatilitas yang Masih Tinggi
Volatilitas tetap menjadi risiko besar. Proyeksi harga bisa berubah drastis jika kondisi makro, regulasi, atau pergerakan institusional mengalami perubahan mendalam.
Rencana Logis dan Prioritas
Mindset yang Harus Dibentuk:
Lihat crypto sebagai spekulasi berbasis probabilitas, bukan kepastian. Penting untuk memisahkan antara kapabilitas fundamental suatu proyek dan hype yang ada di pasar.
BACA JUGA:Negara Hadir untuk Atlet: Bonus SEA Games 2025 Disalurkan Lewat BRI
BACA JUGA:Lebih Elegan & Banjir Benefit! BRI Segarkan VISA Infinite: Teman Setia Traveling Nasabah Prioritas
Langkah yang Harus Diambil:
-
Tentukan tujuan investasi: jangka pendek (trading), menengah (6–18 bulan), atau panjang (3–5 tahun).
-
Bagi portofolio berdasarkan tingkat risiko:
-
Tier 1: BTC, ETH (risiko relatif rendah)
-
Tier 2: SOL, XRP, BNB (risiko menengah)
-
-