Dampak Cuaca Panas Ekstrem terhadap Kesehatan Jadi Sorotan, Indonesia Luncurkan Program KATALIS-HEAT
Cuaca panas ekstrem semakin menjadi perhatian karena berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan seperti dehidrasi, kelelahan akibat panas, hingga heatstroke. Melalui Program KATALIS-HEAT, Indonesia memperkuat upaya pemantauan, edukasi, dan kesiapsi-Foto_ist-
OKINEWS.CO - Perubahan iklim menyebabkan suhu udara di berbagai wilayah dunia semakin sering mencapai tingkat yang lebih tinggi dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Indonesia memang tidak mengalami gelombang panas seperti negara beriklim subtropis, namun peningkatan suhu udara dan periode cuaca panas yang lebih panjang tetap berpotensi memberikan dampak terhadap kesehatan masyarakat.
Kondisi ini mendorong berbagai upaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi risiko yang ditimbulkan oleh cuaca panas ekstrem.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Indonesia meluncurkan Program KATALIS-HEAT, sebuah inisiatif yang bertujuan memperkuat pemantauan, edukasi, serta koordinasi lintas sektor dalam menghadapi dampak cuaca panas terhadap kesehatan.
BACA JUGA:Kebiasaan Begadang Mengancam Produktivitas dan Kesehatan Jangka Panjang!
BACA JUGA:Senggol Dong! Tumbler Viral yang Bikin Air Es Awet Dingin Seharian Penuh!
Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam mengurangi risiko kesehatan akibat suhu yang semakin tinggi.
Cuaca panas ekstrem dapat memengaruhi kondisi tubuh apabila seseorang berada terlalu lama di lingkungan bersuhu tinggi tanpa perlindungan yang memadai.
Tubuh akan kehilangan cairan lebih cepat melalui keringat sehingga risiko dehidrasi meningkat.
Jika kondisi ini tidak segera ditangani, seseorang dapat mengalami kelelahan akibat panas (heat exhaustion) hingga heatstroke, yaitu kondisi darurat medis ketika suhu tubuh meningkat secara signifikan dan memerlukan penanganan segera.
BACA JUGA:Parfum Lokal dan Premium Bersaing Hadirkan Wewangian Berkelas
BACA JUGA:Senggol Dong! Tablet Murah Infinix Siap Obrak-abrik Pasar Gadget Kelas Menengah!
Kelompok yang paling rentan mengalami gangguan kesehatan akibat cuaca panas meliputi lansia, bayi, anak-anak, ibu hamil, pekerja lapangan, atlet, serta individu yang memiliki penyakit kronis seperti gangguan jantung, diabetes, atau penyakit paru.
Oleh karena itu, upaya pencegahan perlu disesuaikan dengan kebutuhan kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi.
Sumber: