Sering Pegal dan Lelah? Ini Penyebab Utama Gen Z Mengalami Penuaan Dini

Sering Pegal dan Lelah? Ini Penyebab Utama Gen Z Mengalami Penuaan Dini

Sering mengeluhkan nyeri punggung dan lelah berlebihan? Riset terbaru mengungkap bahwa kombinasi tingkat stres dan gaya hidup minim gerak menjadi alasan utama tubuh anak muda rentan merasa lesu.-foto:ist-

OKINEWS.CO - Istilah "anak muda jompo" kini menjadi salah satu topik pembicaraan hangat di kalangan Milenial dan Gen Z.

Fenomena ini merujuk pada kondisi anak muda di usia produktif yang sering mengeluhkan rasa lelah berlebihan, pegal linu, nyeri punggung, hingga mudah lemas layaknya lansia.

Meski sering dijadikan bahan lelucon di media sosial, riset kesehatan terbaru menunjukkan bahwa keluhan fisik ini merupakan masalah nyata yang dipicu oleh pola hidup modern.

Salah satu penyebab utama dibalik fenomena ini adalah maraknya gaya hidup sedentari (sedentary lifestyle).

BACA JUGA:Terungkap! Ini Alasan Milenial dan Gen Z Lebih Cepat Merasa 'Jompo' Menurut Riset

BACA JUGA:Sarapan Telur Rebus, Kebiasaan Sederhana yang Berdampak Besar bagi Kesehatan

Sebagian besar Milenial dan Gen Z menghabiskan waktu berjam-jam duduk di depan layar komputer maupun smartphone, baik untuk urusan pekerjaan maupun hiburan.

Kurangnya pergerakan fisik secara berkala membuat otot-otot tubuh menjadi kaku, menurunkan sirkulasi darah, dan melemahkan fleksibilitas sendi.

Akibatnya, benturan atau aktivitas fisik ringan sekalipun bisa menimbulkan rasa pegal yang tajam.

Selain minimnya aktivitas fisik, postur tubuh yang buruk saat bekerja menjadi faktor penentu lainnya.

BACA JUGA:10 Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-Diam Merusak Kesehatan Tubuh

BACA JUGA:Tips Ampuh Menjaga Imunitas Tubuh di Tengah Aktivitas Padat

Kebiasaan membongkok saat mengetik atau menunduk terlalu lama ketika menatap layar gadget memberikan beban ekstra pada tulang belakang dan otot leher.

Kondisi yang dikenal sebagai text neck syndrome ini perlahan-lahan mengikis tatanan struktur postur tubuh ideal, sehingga memicu rasa nyeri kronis pada area pundak serta punggung atas di usia yang relatif sangat muda.

Sisi psikologis juga memainkan peranan penting dalam mempercepat kelelahan fisik.

Tingginya beban kerja, tekanan finansial, serta paparan informasi nonstop di media sosial sering kali menimbulkan stres kronis bagi Gen Z dan Milenial.

Stres memicu peningkatan hormon kortisol dalam tubuh yang berpotensi merusak kualitas tidur dan memicu ketegangan otot.

Tanpa waktu istirahat dan pemulihan (recovery) yang cukup, tubuh akan terus berada dalam kondisi lelah secara berkala, membuat seseorang merasa jauh lebih tua dari usia sebenarnya.

Untuk mengatasi ancaman penuaan dini pada fungsi tubuh ini, para ahli menyarankan perubahan gaya hidup yang konsisten.

Membiasakan diri melakukan peregangan ringkas setiap satu jam sekali, menerapkan prinsip ergonomis pada tempat kerja, serta meluangkan waktu untuk berolahraga teratur sangat efektif mengembalikan kebugaran.

Memperbaiki pola tidur dan mengelola stres dengan baik juga menjadi langkah wajib agar generasi muda dapat kembali tampil prima tanpa dibayang-bayangi sensasi 'jompo'.

Sumber: