Revolusi AI, China Ciptakan Robot yang Membaca Perintah dari Otak Manusia
China kembali membuat gebrakan di dunia teknologi dengan mengembangkan robot yang dapat dikendalikan hanya melalui pikiran manusia. Mengandalkan teknologi Brain-Computer Interface (BCI) dan kecerdasan buatan (AI), inovasi ini membuka peluang besar bagi du-foto: ist-
OKINEWS.COM-China kembali menunjukkan dominasinya dalam pengembangan teknologi canggih dengan menghadirkan robot yang dapat dikendalikan menggunakan pikiran manusia.
Inovasi ini menjadi salah satu pencapaian terbaru dalam bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan Brain-Computer Interface (BCI), yaitu teknologi yang menghubungkan aktivitas otak manusia secara langsung dengan perangkat elektronik.
Pengembangan robot berbasis sinyal otak tersebut dilakukan oleh tim peneliti dari sejumlah institusi teknologi di China.
Melalui perangkat sensor khusus yang dipasang pada kepala pengguna, sistem mampu menangkap aktivitas listrik dari otak, kemudian menerjemahkannya menjadi perintah digital yang dapat dipahami oleh robot.
BACA JUGA:Jangan Kaget, Ini Daftar Harga Terbaru iPad dan MacBook yang Resmi Melonjak!
BACA JUGA:3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Mana yang Paling Worth It?
Teknologi ini memungkinkan seseorang menggerakkan robot tanpa harus menyentuh tombol, menggunakan joystick, maupun mengeluarkan perintah suara.
Cukup dengan memikirkan suatu gerakan atau tindakan tertentu, robot dapat menjalankan instruksi yang telah diprogram sebelumnya.
Para peneliti menjelaskan bahwa sistem Brain-Computer Interface bekerja dengan membaca gelombang otak menggunakan sensor Electroencephalography (EEG).
Data tersebut kemudian diproses oleh algoritma kecerdasan buatan yang mampu mengenali pola aktivitas otak pengguna secara real time sebelum diterjemahkan menjadi perintah bagi robot.
BACA JUGA:Smartwatch Bukan Sekadar Jam, Kini Jadi Asisten Pintar untuk Gaya Hidup Modern
BACA JUGA:Shopee Permudah Belanja Bahan Makanan hingga Obat Bebas di Belanja Instant 1 Jam Tiba
Keunggulan utama teknologi ini terletak pada kecepatan respons dan kemampuannya belajar dari kebiasaan pengguna.
Semakin sering digunakan, sistem AI akan semakin memahami pola sinyal otak sehingga akurasi kendali terhadap robot menjadi lebih tinggi.
Sumber: