Melawan Arus Digital: Gelombang Gen Z yang Sengaja Memilih Jam Tangan Jadul

Melawan Arus Digital: Gelombang Gen Z yang Sengaja Memilih Jam Tangan Jadul

Smartwatch vs Jam Analog, kamu tim mana? ???? Sekarang lagi ramai banget tren anak muda yang sengaja balik pakai jam tangan konvensional demi ngurangin screen time dan kelelahan mental akibat notifikasi yang numpuk. Selain lebih awet tanpa perlu ribet di--foto: Ist-

OKINEWS.CO - Di era di mana hampir setiap aspek kehidupan terintegrasi dengan kecerdasan buatan dan layar sentuh, sebuah fenomena unik justru sedang terjadi di pergelangan tangan masyarakat modern.

Jam tangan pintar (smartwatch) yang beberapa tahun lalu dipuja sebagai masa depan penunjuk waktu, kini mulai menghadapi kejenuhan.

Sebaliknya, gelombang ketertarikan terhadap jam tangan analog—baik yang bertenaga kuarsa maupun mekanis otomatis—kembali melonjak tajam, menciptakan sebuah tren budaya baru yang melintasi batas generasi.

Faktor utama yang mendorong kembalinya popularitas jam analog adalah kerinduan akan ruang privat yang bebas dari interupsi.

BACA JUGA:Mau Upgrade? Harga iPhone 18 Pro Bisa Bikin Dompet Bergetar

BACA JUGA:Jangan Biarkan Baterai dan Keamanan Drop! Tas Ransel Pintar Ini Jadi Juru Selamat Kaum Komuter

Di tengah dunia yang menuntut manusia untuk selalu terhubung, smartwatch sering kali bertindak sebagai perpanjangan tangan dari ponsel pintar yang tidak pernah berhenti bergetar.

Notifikasi email kerja, pesan instan, hingga pengingat media sosial yang terus muncul di pergelangan tangan lambat laun memicu kelelahan mental.

Memilih jam tangan analog adalah bentuk pernyataan sikap atau micro-detox dari paparan digital, di mana seseorang hanya ingin mengetahui waktu tanpa harus terdistraksi oleh tumpukan tugas digital.

Selain alasan psikologis, faktor estetika dan nilai emosional memegang peran yang sangat besar.

BACA JUGA:Baseus PicoGo Air Rilis: Seukuran Kartu ATM, Siap Bikin Xiaomi UltraThin Ketar-Ketir!

BACA JUGA:Stop Pakai Parfum Pasaran, Varian Tea Series Ini Sukses Bikin Orang Betah Menempel!

Jam tangan analog dinilai memiliki 'jiwa' dan karakter yang tidak bisa digantikan oleh layar piksel yang mati ketika kehabisan daya.

Gerakan jarum detik yang halus, detak mekanis di dalam mesin, serta kerajinan tangan yang rumit memberikan kepuasan visual tersendiri bagi pemakainya.

Sumber: