Ghost in the Cell: Horor Komedi Satir Karya Ke-12 Joko Anwar yang Tembus Berlinale 2026
Siap-siap dibuat merinding sekaligus tertawa lepas! Joko Anwar kembali hadir lewat "Ghost in the Cell", sebuah film horor komedi satir yang sukses tembus ke Berlin International Film Festival 2026.-Foto :Ist-
OKINEWS.CO - Industri perfilman Indonesia kembali diguncang oleh karya fenomenal dari sutradara visioner Joko Anwar.
Melalui film panjang ke-12 miliknya yang bertajuk Ghost in the Cell, Joko mencoba mendobrak batasan genre dengan memadukan elemen horor, thriller, dan komedi satir dalam satu wadah.
Film ini tidak sekadar menjanjikan kengerian visual dan komedi segar, melainkan juga sarat akan kritik sosial-politik yang tajam mengenai dinamika kekuasaan di negeri ini.
Premis Cerita dan Latar Mencekam
BACA JUGA:Jam Tangan Pintar Ternyata Bisa Jadi Senjata Penjahat Siber, Kok Bisa? Begini Kata Pakar
BACA JUGA:Ikigai: Filosofi Jepang tentang Tujuan dan Kebahagiaan
Ghost in the Cell mengambil latar utama di Penjara Labuan Angsana, sebuah lembaga pemasyarakatan dengan pengamanan tingkat tinggi yang menampung narapidana dari berbagai latar belakang.
Kehidupan keras di balik jeruji, lengkap dengan oknum sipir korup, pimpinan lapas yang tiran, dan pertikaian antar dua geng besar, mendadak berubah menjadi arena bertahan hidup ketika rentetan pembunuhan sadis terjadi.
Sesosok entitas gaib yang kejam mulai meneror para penghuni lapas di malam hari, merayap bak cicak di dinding mencari mangsa orang-orang dengan "aura negatif".
Situasi yang serba tertutup memaksa para tahanan dan sipir yang awalnya saling membenci untuk membuang ego mereka.
BACA JUGA:Toy Story 5 Soroti Isu Anak Kecanduan Gadget, Simak Tanggal Rilis Resminya!
BACA JUGA:Resmi Diproduksi! MD Pictures Angkat Buku Filosofi Teras Jadi Film Layar Lebar
Mereka harus bekerja sama mencari cara agar terbebas dari ancaman hantu pendendam tersebut atau mati konyol di dalam sel sempit.
Sutradara dan Rumah Produksi
Sumber: