Ikigai: Filosofi Jepang tentang Tujuan dan Kebahagiaan
Buku Ikigai: The Japanese Secret to a Long and Happy Life karya Héctor García dan Francesc Miralles menjadi salah satu bacaan populer di dunia pengembangan diri-Foto IST-
OKINEWS.CO - Buku Ikigai: The Japanese Secret to a Long and Happy Life karya Héctor García dan Francesc Miralles menjadi salah satu karya pengembangan diri yang banyak dibicarakan secara global.
Buku ini mengangkat konsep Ikigai, sebuah filosofi hidup dari Jepang yang menekankan pentingnya menemukan alasan bermakna untuk menjalani kehidupan setiap hari.
Dalam buku tersebut, Ikigai dijelaskan sebagai sesuatu yang membuat seseorang tetap bersemangat, bahkan di usia lanjut.
Konsep ini berasal dari budaya Jepang, khususnya dari Okinawa, daerah yang dikenal memiliki populasi lansia aktif dengan usia harapan hidup tinggi.
BACA JUGA:Hukum Membatalkan Puasa Alias Mokel dengan Sengaja Menurut Empat Mazhab
BACA JUGA:Sahur Anti Lapar: Strategi Cerdas Pilih Menu Indeks Glikemik Rendah
García dan Miralles tidak hanya membahas Ikigai secara teoritis, tetapi juga menampilkan kisah nyata, hasil wawancara, serta pengamatan langsung terhadap kehidupan masyarakat Jepang.
Makna Ikigai dalam Kehidupan Sehari-hari
Ikigai dimaknai sebagai titik temu antara apa yang dicintai, apa yang dikuasai, apa yang dibutuhkan dunia, dan apa yang dapat memberikan penghidupan.
Ketika seseorang menemukan keseimbangan dari keempat unsur tersebut, hidup diyakini menjadi lebih bermakna dan memuaskan.
BACA JUGA:Inovasi Pixar di Tahun 2026: Mengintip Keseruan Cerita di Film Hoppers
BACA JUGA:Iuran BPJS Kesehatan Maret 2026 Tak Naik, Ini Rincian Tarif Kelas 1, 2, dan 3
Namun, buku ini menegaskan bahwa Ikigai tidak selalu berkaitan dengan pekerjaan besar atau pencapaian luar biasa.
Héctor García menulis bahwa, “Ikigai bukan tentang mengejar tujuan besar, tetapi tentang menemukan kebahagiaan dalam rutinitas kecil yang memberi makna.”
Sumber: