DP 0 Persen Mobil Listrik 2026: Peluang Baru Memiliki Kendaraan Ramah Lingkungan
skema pengajuan leasing mobil listrik dengan uang muka (DP) 0 persen menjadi peluang nyata bagi calon pembeli.-Foto: IST-
OKINEWS.CO- Perkembangan kendaraan listrik di Indonesia tidak hanya terlihat dari bertambahnya pilihan model di jalan raya, tetapi juga dari kemudahan akses pembiayaan bagi masyarakat. Pada 2026, skema pengajuan leasing mobil listrik dengan uang muka (DP) 0 persen menjadi peluang nyata bagi calon pembeli.
Seiring regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memperbolehkan pembiayaan tanpa uang muka selama perusahaan leasing memenuhi standar kesehatan finansial. Kebijakan ini membuka pintu lebih lebar bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan, meski proses persetujuan tetap menuntut kesiapan administrasi dan reputasi kredit yang baik.
Dalam praktiknya, persetujuan pengajuan tidak hanya bergantung pada minat calon pembeli, tetapi pada kualitas profil keuangan mereka. Perusahaan pembiayaan akan menilai riwayat kredit melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), kestabilan pendapatan, hingga kelengkapan dokumen pendukung.
Persaingan di segmen ini cukup ketat karena banyak peminat, sehingga pemohon dituntut tampil meyakinkan dari sisi finansial.
BACA JUGA:Whistle (2026): Horor Supranatural Berbasis Artefak Kuno yang Wajib Tonton
BACA JUGA:Masuk Hutan, Naik Gunung Tanpa Ampun! Ford Ranger 4x4 Bikin Medan Berat Terlihat Mudah
Syarat utama yang perlu diperhatikan
Beberapa ketentuan umum biasanya menjadi pintu awal seleksi. Pemohon umumnya harus berusia minimal 21 tahun dan memiliki penghasilan tetap, dengan kisaran yang dianggap ideal sekitar Rp5–7 juta per bulan.
Profesi dengan pendapatan stabil seperti pegawai negeri atau aparatur sipil negara sering dinilai memiliki tingkat risiko lebih rendah. Riwayat kredit yang bersih, tanpa tunggakan pinjaman, menjadi faktor krusial yang dapat menentukan keputusan akhir leasing.
Selain itu, dokumen administratif wajib disiapkan secara lengkap, mulai dari KTP, Kartu Keluarga, NPWP, slip gaji beberapa bulan terakhir, hingga mutasi rekening bank. Bukti kepemilikan aset tambahan, bila ada, dapat memperkuat kepercayaan pemberi pembiayaan terhadap kemampuan bayar calon debitur.
BACA JUGA:Harga Serum Skintific Terbaru dan Manfaatnya untuk Kulit
BACA JUGA:Bukan Sabun Biasa, Ini Alasan Sabun Vampire Daviena Banyak Dicari
Memilih perusahaan leasing yang sehat juga menjadi langkah penting. Lembaga pembiayaan dengan rasio kredit bermasalah rendah umumnya lebih stabil dan memiliki program khusus kendaraan listrik, apalagi jika terhubung dengan promo dealer resmi dari merek tertentu yang menyediakan tambahan subsidi atau penawaran menarik.
Tahapan pengajuan yang umum dilakukan
Proses dimulai dengan menentukan pilihan mobil listrik yang memenuhi kriteria insentif pemerintah, seperti pembebasan pajak tertentu atau potongan biaya administrasi. Model yang dirakit lokal sering menjadi opsi favorit karena mendapat dukungan kebijakan tersebut.
Setelah itu, calon pembeli disarankan melakukan survei ke dealer resmi untuk membandingkan simulasi cicilan. Tenor pembiayaan biasanya berkisar antara tiga hingga lima tahun, dengan bunga flat yang relatif kompetitif. Promo DP 0 persen umumnya bersifat terbatas atau musiman, sehingga konfirmasi langsung sangat dianjurkan.
Sumber: