OKI Miliki Akses Laut Lepas Terpanjang di Sumsel, Potensi Bahari dan Tantangan Lingkungan

OKI Miliki Akses Laut Lepas Terpanjang di Sumsel, Potensi Bahari dan Tantangan Lingkungan

Posisi geografis ini menjadikan OKI sebagai salah satu kabupaten yang memiliki akses langsung ke laut lepas sekaligus potensi kemaritiman yang signifikan.-Foto: IST-

SUMATERAEKSPRES.ID - Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, tercatat sebagai daerah dengan garis pantai terpanjang di provinsi tersebut.

Panjang pesisirnya mencapai sekitar 295 kilometer, membentang dari wilayah Air Sugihan hingga berbatasan langsung dengan Provinsi Lampung.

Posisi geografis ini menjadikan OKI sebagai salah satu kabupaten yang memiliki akses langsung ke laut lepas sekaligus potensi kemaritiman yang signifikan.

BACA JUGA:Hyundai Creta EV Resmi Meluncur di India, Indonesia Masih Menunggu Kepastian

BACA JUGA:Wuling Cloud EV 2026 Perkuat Keamanan Berkendara Lewat Kamera 360 dan Blind Spot Monitoring

Dominasi Lahan Basah dan Ekosistem Pesisir

Karakteristik wilayah pesisir OKI didominasi oleh lahan basah yang mencakup sekitar 75 persen dari total luas kabupaten.

Di dalamnya terdapat kawasan mangrove seluas kurang lebih 40 ribu hektare yang berfungsi sebagai pelindung alami garis pantai serta penyangga ekosistem laut lepas.

Keberadaan mangrove ini mendukung keanekaragaman hayati, mulai dari flora pesisir hingga fauna laut, serta menjadi habitat penting bagi berbagai jenis ikan.

Perairan pesisir OKI umumnya bersifat dangkal dan memiliki keterkaitan langsung dengan Selat Bangka.

BACA JUGA:Top 5 Sepatu Lari Lokal 2026: Harga, Spesifikasi & Review

BACA JUGA:Aksi Nyata BRI Peduli Bersihkan Pantai Kedonganan, Sampah Hampir 1 Ton Terkumpul

Kondisi ini membuat kawasan laut lepas OKI potensial untuk berbagai aktivitas kelautan, seperti penangkapan ikan, wisata bahari, snorkeling, hingga penyelaman.

Wilayah Strategis Akses Laut

Akses utama menuju laut lepas berada di Kecamatan Tulung Selapan dan Sungai Menang.

Salah satu titik yang menonjol adalah Pulau Maspari, pulau kecil seluas sekitar 25 hektare yang dikenal memiliki hamparan pasir putih, terumbu karang alami, serta menjadi habitat penyu.

Sumber: