Harga Motor Listrik Turun? Cek Daftar Lengkap Februari 2026 dari Entry-Level sampai Premium
Pasar motor listrik di Indonesia memasuki Februari 2026 dengan spektrum harga yang makin lebar dan kompetitif.-Foto: IST-
OKINEWS.CO — Pasar motor listrik di Indonesia memasuki Februari 2026 dengan spektrum harga yang makin lebar dan kompetitif.
Segmen entry-level kini benar-benar “masuk akal” buat komuter harian: unit termurah sudah menyentuh kisaran Rp8 jutaan, terutama untuk model berkapasitas kecil, unit bekas, atau skema sewa baterai.
Di sisi lain, lini menengah hingga premium masih menjaga harga di atas Rp20 jutaan karena spesifikasi motor, kapasitas baterai, serta fitur keselamatan yang lebih lengkap.
Pola harga ini menunjukkan dua arah tren sekaligus. Pertama, penetrasi motor listrik makin agresif di kelas bawah berkat subsidi dan promo dealer.
BACA JUGA:Yamaha XSR155 Jordan, Inspirasi Motor Heritage Anak Muda
BACA JUGA:Bukan Sekedar Foundation, Ini Keunggulan Cushion Dior Premium
Kedua, pabrikan mempertahankan margin di kelas menengah–atas untuk pembeli yang mengejar performa, jarak tempuh, dan build quality. Artinya, konsumen kini punya pilihan realistis: irit di awal pembelian atau “bayar lebih” untuk spesifikasi jangka panjang.
Daftar Merek & Harga Motor Listrik (Update Februari 2026)
(Harga bersifat indikatif; bisa berubah tergantung wilayah, subsidi aktif, dan promo dealer)
| Merek/Model | Harga Mulai | Catatan Singkat |
|---|---|---|
| ALVA – E-Motor SC 121 | ± Rp8,5 juta | Entry-level, cocok komuter jarak pendek |
| Polytron – Fox-200 (sewa baterai) | ± Rp11,4 juta | Skema sewa baterai + subsidi, tergantung wilayah |
| Polytron – Fox-350 (sewa baterai) | ± Rp15,3 juta | Segmen menengah, tenaga lebih besar |
| UWinfly – New Love Summer | ± Rp8,9 juta | Rakitan lokal-Tiongkok, fokus harga terjangkau |
| Indomobil – Adora | ± Rp25,15 juta | Terjadi kenaikan dibanding bulan sebelumnya |
| Gesits – G1 | ± Rp28,27 juta | Model standar, positioning premium domestik |
Kenapa Harga Bisa Murah di Kelas Bawah?
Ada tiga pendorong utama yang bikin banderol entry-level terlihat “ramah dompet”:
-
Skema sewa baterai
Harga motor ditekan di depan; biaya dipindahkan ke langganan baterai. Cocok buat pengguna yang sensitif harga awal, tapi perlu disiplin hitung biaya bulanan. -
Subsidi & promo dealer
Insentif pemerintah + diskon wilayah bikin selisih harga antardaerah cukup terasa (Jabodetabek vs Jawa Tengah, misalnya). Jangan malas cek dealer lokal. -
Spesifikasi fungsional
Motor, baterai, dan fitur disetel untuk komuter pendek—cukup buat harian, bukan buat kejar performa.
Dinamika Harga: Stabil, Tapi Ada Penyesuaian
BACA JUGA:Motor Fiz R Terbaru Siap Jadi Primadona Pecinta Bebek Sport
Sumber: